Dakwah itu luas..
Dimanapun dan kapanpun..
Rasulullah berdakwah tidak menggunakan fasilitas..
Tapi ku pernah melihat saudara q seiman,, q akui dalam berdakwah ia lebih hebat dari q, lebih pintar, lebih aktivis,, dan kelihatan sangat aktivis..
Tapi yang aq kecewakan,, dalam hal berkeluarga dia masih kurang..
Dalam berdakwah memang butuh materi dan fasilitas, tapi jgn kita lupa untuk memperhatikan kemampuan kita, baik scr materi, fisik, maupun lainnya..
Contoh konkret, q sempat melihat saudara q td b’kata kpd bapaknya : “Bapak, kamu pake motor yg jelek aja, cz motor yg bagus mau aq pake’, penting.!” Padahal waktu itu ayahnya mau berangkat walimahan temannya bersama ibu dan adiknya,, sedangkan saudara q hrus mempersiapkan acara buat bsok gb insyaalah kegiatan menuju kebaikan “dakwah”.
Bukannkah qt wajib mematuhi orang tua dan tdk boleh menyinggungnya?
Yg q kecewakan adl saudara q memeksa orang tuanya untuk paham dengan dirinya,, mmg keluargana msih biasa seperti keluarga q,, tp bagaimanapun mereka adl ortu yg wajib qt taati jg slama tdk menyuruh utk berbuat maksiat..
“bknkah tdk ada pakasaan utk memasuki agama islam?”
Dlm masalah ini, ortu yg hrus paham dgn kita atau qt yg hrs memahami ortu?
Kalau q sendiri, kitalah yg harus memahami ortu,, krn bgaimanapun mereka adl ortu yg tlah membesarkan kita dgn pnuh perjuangan dan pengorbanan,,
Dan perlu kita ketahui Rasulullah SAW dlm menjalankan dakwah tdk menggunakan fasilitas apapun…
Kost Binaan..
Fungsi kost bina’an adlah menjaga dan membentuk anak2 kampus yg kost di situ menjadi muslim yg baik, ada peningkatan secara ketakwaan dlm berislam,, dari segi pakaian , tingkah laku, ibadah, dll.
Tp pd kenyataanya,, tdk sedikit mahasiswa yg kecewa dgn orang2 yg berada di dalamnya,, pdhl jk di lihat mereka kelihatan bersih dan islamnya kuat..
Contoh konkret,, salah satu teman yg kecewa menceritakan ttg apa yg pernah di alaminy selama dia berada dlm kost itu:
Bbrp orang selalu berbicara dengan nada keras,, memerintah dengan layaknya sgt menguasai kost,, dan apa yang mereka katan (nasehati) ternyata masih di langgarnya,, suasana pilih kasih pun jg ada..
Bagaimana q hrus menyampaikan ini kpd orang2 dlm kost bina’an??
Ketika ada saudara q bercerita dgn sangat menjaga perasaan mereka. Tp mereka ttp saja membela diri..
Mmg, ank rumahan berbeda sekali dgn ank kost..
Manajement waktu..
Apakah dunia kampus itu hanya miliknya anak2 kost??
Q kecewa